atribusi pribadi
personal attribution
Ringkasan Singkat
Proses menyimpulkan bahwa penyebab perilaku seseorang berasal dari faktor internal, seperti karakter, bakat, atau usaha individu tersebut.
Atribusi pribadi (juga dikenal sebagai atribusi internal atau disposisional) terjadi ketika kita menganggap bahwa tindakan seseorang adalah cerminan dari jati diri mereka. Sebagai contoh, jika seorang teman memenangkan kompetisi, kita mungkin melakukan atribusi pribadi dengan menyimpulkan bahwa dia menang karena cerdas dan pekerja keras, bukan karena keberuntungan atau bantuan orang lain. Hal ini merupakan bagian penting dari bagaimana kita memahami dunia sosial.
Namun, dalam psikologi sosial, terdapat fenomena yang disebut 'kesalahan atribusi mendasar' (fundamental attribution error), di mana kita cenderung terlalu menekankan faktor pribadi dan meremehkan pengaruh situasi saat menilai perilaku orang lain. Memahami proses atribusi ini membantu individu untuk menjadi lebih objektif dan adil dalam menilai tindakan orang lain maupun diri sendiri dalam berbagai konteks sosial.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Heider, F. (1958). The Psychology of Interpersonal Relations.
- APA Dictionary of Psychology
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.